our path - journalized

our path - journalized

recording our life; the laughters and tears, the ups and downs.

our path - journalized RSS Feed
 
 
 
 

Pohon apa pohon?

Semenjak bermukim di Ciputat, setiap hari saya selalu melewati arteri pondok indah. Kalau arterinya macet, ya terpaksa belok masuk jalan perumahan. Walaupun akhirnya alternatif ini tidak bisa lagi dilakukan karena jalanannya di portal oleh warga. Tidak tahu juga kenapa diportal, mungkin dengan alasan keamanan jalan alternatif harus ditutup. Biar saja orang lain bermacet-macet, yang penting harta saya aman, tidak kerampokan… (mungkin ini yang ada di kepala orang-orang PI).

Kalaupun ada jalan yang terbuka, maka jalan tersebut dihiasi penuh dengan patung-patung aneh sebagai pembatas jalan. Patung-patung aneh itu ditambah dengan polisi tidur setiap 500 meter, bukannya membuat lalu lintas lancar malah membuat jalan menjadi macet. Ya biarin aja, yang penting ga ada yang kebut-kebutan (padahal, bagaimana mau kebut2an, lha wong tiap 500 meter ada polisi tidur).

Sekarang, ketika pemerintah berniat untuk membuat koridor busway pondok indah-harmoni, tiba-tiba warga pondok indah jadi sok ‘hijau’. Dengan alasan sekitar 500 pohon palem berumur 30 tahun, mereka menolak rencana pembangunan koridor busway ini. Save our trees, they said.

What a hypocrite!

They don’t care about the trees! Kalau mereka memang peduli dengan pohon dan hijaunya lingkungan mereka, kenapa mereka diam saja ketika ratusan (asumsi saya) pohon ditebang di pojokan dekat perempatan lebak bulus? Tengoklah kesana. Kawasan yang tadinya hijau royo-royo penuh dengan pohon tinggi, sebagian sudah bersih, rata dengan tanah. Mungkin akan dibangun ruko baru?

Kalau mereka memang peduli lingkungan, kenapa mereka tidak protes dengan pembangunan lapangan golf yang merusak linkungan karena mengurangi luasan resapan air? Bahkan prof. Otto Soemarwoto pernah berkata bahwa pembangunan lapangan golf tidak pro lingkungan hidup, tidak pro-rakyat miskin, tidak pro perempuan dan tidak pro lapangan pekerjaan.

Kalau mereka memang peduli lingkungan, mengapa mal pondok indah harus beranak? instead of membangun taman kota, mereka malah membangun mal dan ruko?

Kalau dalihnya bahwa jalan arteri tersebut adalah jalan lingkungan yang dibangun oleh developer, ya sudah. Tutup saja akses tersebut. tutup lah akses mulai dari perempatan mal pondok indah sampai perempatan lebak bulus. Saran saya, pak gubernur, jadikan jalan raya pondok pinang jadi jalan arteri. Biar saja tuh orang-orang kayak menciptakan dunia mereka sendiri, biar lah mereka membuat enclave pondok indah di Jakarta. Biar saja mal pondok indah bangkrut, karena tidak ada akses menuju kesana. Biar saja, rumah sakit pondok indah hanya melayani warga pondok indah saja. Biar saja, sekolah-sekolah, restoran-restoran, kantor-kantor juga hanya untuk warga pondok indah saja. Sebagai gantinya, tutup semua akses jalan raya untuk warga pondok indah… biar kalau mereka mau ke sudirman, kita sarankan naik helikopter saja, toh mereka mampu membelinya.

Sementara, kalau ada yang protes jalur busway akan menambah kemacetan, sabar pak. Ini baru 8 koridor. Insya Allah kalau semua koridor sudah selesai dan sistem feedernya berjalan dengan baik, insya Allah akan banyak orang yang merubah moda transportasinya, dari kendaraan pribadi dengan busway. Kalau itu sudah terwujud, yakin lah, macetnya akan hilang dengan sendirinya.

Mau bukti lagi betapa hipokritnya mereka? Silahkan klik disini.

One Response to “Pohon apa pohon?”

  1. 1
    Anita Anita:

    miris banget jika kita lihat kehidupan orang-orang kaya ini, makin lama mereka makin serakah, hanya mementingkan kehidupan mereka sendiri. asalkan keluarga mereka damai sejahtera, mereka seakan lupa untuk berbagi.

    oh iya ka.. gimana tes darahnya? udah ada hasil? semoga baik² aja ya ka… gute Besserung:)

Leave a Reply

Currently Listening to

  1. cd cover
  2. cd cover
  3. cd cover
  4. cd cover
  5. cd cover
  6. cd cover
  7. cd cover
  8. cd cover
  9. cd cover
  10. cd cover
  11. cd cover
  12. cd cover

Flickering


View more photos >